ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang
ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang

Mahasiswa Asal AS dan Inggris Ikuti Program ACICIS UMM

Author : Administrator | Kamis, 18 Maret 2010 10:17 WIB
Mahasiswa asal Amerika Serikat (AS), Madison Nicole Richardson dan dari Inggris, Thomas Edward Flemorns bersama tiga mahasiswa asal Australia Brooke Gabriel Nolan, Benita Kali Chudleigh dan Lisa Clare Mapson akan mengikuti kuliah satu semester di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka sedang mengikuti program Australian Consortium for “In Country Indonesian Studies” (ACICIS). Tahun ini ACICIS di UMM memasuki periode 30 atau tahun ke-15.  
Perkenalan dengan mereka berlangsung di ruang FISIP UMM, Selasa (16/2). Hadir di acara itu, dekan FISIP, Dr. Wahyudi, koordiantor Acicis UMM, Prof. Dr. M. Masud Said, kepala Biro Kerjasama Luar Negeri Drs. Soeparto, M.Pd, wakil Acicis Jogyakarta, Ellana William serta konsultan Acicis Dr. A Habib, MA. Selain itu beberapa dosen dan mahasiswa FISIP juga mengikuti perkenalan sekaligus launching judul riset mahasiswa bule itu.
           “Tahun ini sangat istimewa karena Acicis berusia 15 tahun. Juga, pada periode ini, tidak hanya mahasiswa asal Australia saja yang datang tetapi ada juga dari Amerika dan Inggris,” kata Ellana. Pihaknya sangat terkesan dengan sambutan hangat civitas akademika UMM dan berharap mahasiswa bisa belajar dan melakukan penelitian dengan baik selama di UMM.
              Menariknya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana mahasiswa Acicis selalu studi di UGM terlebih dahulu, tahun ini ada yang langsung ke UMM. “Mereka memilih untuk studi di UMM tanpa harus ke UGM terlebih dahulu,” terang Mas’ud Said.
             Sementara itu, Soeparto menambahkan, dengan datangnya mahasiswa dari tiga benua (Amerika, Australia dan Eropa) ini, tak hanya bermanfaat bagi UMM, tetapi juga bagi Indonesia. UMM sendiri, selain menerima mahasiswa Acicis juga akan menjadi host bagi 20 volunter AS yang akan mengajar bahasa Inggris di Jawa Timur. Sebelum mereka diterjunkan ke sekola-sekolah, UMM mempersiapkan pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia bagi mereka.
             “Ini akan memperkuat imej UMM yang memiliki international atmosphere. Ke depan kita akan mengupayakan pada tataran international recognition,” kata Soeparto.
             Sejak tahun 1993, UMM telah meluluskan 197 mahasiswa Acicis. Seperti biasa, penelitian mereka tergolong menarik dan unik. Dari lima mahasiswa semester ini, penelitiannya antara lain tentang nelayan NTT yang ditangkap di Australia, kurikulum pondok pesantren, pencurian benda seni Indonesia oleh Malaysia, dan teater tradisional. Riset-riset mereka manambah deret riset-riset sebelumnya yang tak kalah menarik, seperti tentang Pramuka dan nasionalisme, tradisi tarian gandrung, dll. (rka/nas) 

dapat juga diakses di www.umm.ac.id/news.php

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image