ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang
ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang

Mahasiswa ACICIS Teliti Khitanan Perempuan

Author : Administrator | Senin, 15 Maret 2010 11:36 WIB

19 Februari 2009, diakses dari malangraya.web.id/2009/02/19/mahasiswa-acicis-teliti-khitanan-perempuan/

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menerima enam mahasiswa program Australian Consortium for In Country Indonesian Studies (ACICIS). Selama enam bulan, enam mahasiswa ini akan melakukan penelitian yang langsung dibimbing dosen di UMM. Seperti biasa, selalu saja ada judul penelitian yang menarik dan unik dari mereka. Seperti kali ini, ada salah satu peserta program yang mengambil tema Budaya dan Praktik Khitanan Perempuan di Indonesia.

Menurut Melinda Sue William mahasiswa yang meneliti, judul ini dipilih karena dianggap masih kontroversial. Karena itu melalui tulisannya nanti, ia ingin mengupas dengan dalam dan detil apa sebenarnya di balik tradisi itu.

 

“Saya akan melakukan penelitian ini di Madura, sebab dari referensi yang saya baca menunjukkan adanya budaya itu di sana. Harapan saya dari tulisan ini bisa meredam kontroversi sehingga mendapatkan gambaran yang benar sebenarnya ada apa di balik khitanan itu,” ungkapnya.
Selama melakukan penelitian ini, Melinda akan dibimbing oleh dosen UMM Nasrullah S.Sos M.Si dan Dra Vina Salviana D.S M.Si.

Sementara itu Direktur Program ACICIS UMM, Dr HM Mas’ud Said MM menuturkan, program ACICIS di UMM saat ini sudah memasuki usia 14 tahun. Ia berharap, ada momen perayaan khusus untuk itu. Sebab menurutnya hubungan yang sudah dibangun UMM ini punya kontribusi yang tidak kecil untuk negara. Diplomasi pendidikan menurutnya jauh lebih memberikan hasil dibandingkan diplomasi politik.
“Meskipun ada Travel Warning dari pemerintah Australia, tapi mahasiswa yang datang ke Malang tidak berkurang. Bahkan sampai saat ini sudah ada 189 mahasiswa yang diluluskan dari program ini,” ungkapnya.

Menariknya lagi, tahun ini tidak hanya mahasiswa Australia saja yang mengikuti program. Namun juga ada dua mahasiswa dari Unniversity of London Inggris yaitu Lucy Springate, dan Rebecca Leake. Sementara empat mahasiswa lainnya dari Australia yaitu Linda Elizabeth Mcrae, Melinda Sue William, Kellie Joan Eclestone, dan Jesica Bishop.

“Mahasiswa program ini kami berikan pelayanan terbaik, termasuk kepada Jesica yang sedang sakit,” ungkapnya.

Presiden Direktur ACICIS Philip King yang hadir dalam acara berharap, penelitian tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya. Ia optimis melihat potensi mahasiswa tahun ini yang juga sangat baik. Acara pembukaan kemarin juga dihadiri Pembantu Rektor I UMM Prof Dr Sujono. Juga beberapa dosen pembimbing mahasiswa Program ACICIS UMM. (oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image