ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang
ACICIS
Universitas Muhammadiyah Malang

Bule Teliti Praktik Khitanan Perempuan

Author : Administrator | Kamis, 28 Januari 2010 10:05 WIB

Malang | Surya-Budaya khitan terhadap perempuan sangat mengusik perhatian Melinda Sue William. Mahasiswi La Trobe University Australia ini tak habis pikir. Seumur hidupnya, ia tahu khitanan terhadap perempuan justru dilarang di negaranya. Namun, di Indonesia khususnya Jawa Timur hal itu justru menjadi semacam budaya. Bahkan ada yang menganggap kewajiban.

Kenyataan itu memicu Melinda meneliti budaya dan praktik khitanan di tengah masyarakat Jatim. “Saya ingin menggali lebih dalam tentang budaya khitanan ini. Hakekat hingga tujuan khitanan dilihat dari segi budaya warga di sini,” ungkap gadis bertubuh tinggi ini, Senin (16/2). Dari suaranya, terdengar ia cukup mahir berbahasa Indonesia.

Melinda adalah mahasiswa program Austalian Consortium for in Country Indonesian Studies (ACICIS) di Universitas Muhammadiyah Malang. Bukan hanya dia yang terheran dengan budaya atau fenomena yang ada di Jawa Timur.

Lima kawan Melinda yang turut dalam ACICIS juga tergoda meneliti tentang fenomena TKW di Jatim, kontroversi UU antipornografi hingga representasi wanita di media. Enam mahasiswa dari Australia dan Inggris ini akan melakukan observasi selama tiga bulan diberbagai tempat di Jatim.

“Kami sudah memberikan beberapa rekomendasi tempat penelitian agar mereka mendapatkan data yang lengkap dan valid. Hasil penelitian ini nantinya akan kami nilai sebelum akhirnya hasil itu dibawa ke kampus mereka masing-masing,” beber M Mas’ud Said PhD, Ketua Program ACICIS Malang
Lanjutnya, tema yang mereka angkat sebenarnya cukup sederhana tetapi jarang peneliti yang tertarik karena dianggap terlalu lumrah. “Tetapi sebenarnya ada hal baru yang bisa terkuak,” pungkasnya.

diakses dari www.surya.co.id/2009/02/17/bule-teliti-praktik-khitanan-perempuan.html

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image